Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Anders : Pesta Rakyat Merupakan Puncak Pencitraan Pemerintahan RJ-JR

MALUKU - JURNALINVESTIGASI
08 Oktober 2025
Last Updated 2025-10-08T07:08:44Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

(Refleksi Jalanan untuk Pemerintah KKT periode 2025 – 2030)




Pesta Rakyat yang diselenggarakan pada hari selasa, 07 Oktober 2025 menjadi sebuah moment penegasan puncak pencitraan pemerintahan RJ-JR. program 100 hari yang kami nilai gagal total ternyata tidak menjadi sebuah Pelajaran bagi bupati dan wakil bupati yang memenangkan pesta politik tahun 2024 kemarin. 


Alih-alih mengusung visi Tanimbar Maju justru kumal duan lolat berjalan tanpa arah, diseret angin dan gelombang sehingga Pelabuhan yang dituju semakin tak jelas. 


Jurus pencitraan masih menjadi senjata ampuh untuk mengangkat wibawa pemerintah daerah Kepulauan Tanimbar. Menghadiri acara seremonial dimana-mana dan disinari dengan Cahaya kamera dan ulasan kata media yang menggambarkan mereka bekerja keras dengan peluh keringat yang berujung Lelah. Kelihatannya sibuk sekali selama hampir 1x24 jam tetapi jika kita bertanya, apa yang dilakukan? Maka jawabannya, saya ke sana untuk memberikan sambutan dan membuka kegiatan, berfoto bersama dan berselfie ria, ber-wayase sampai tengah malam sampai berpeluh keringat dan pagi harinya Lelah tak terhingga, dan sekian banyak kegiatan lain yang tak berdampak ke Masyarakat. Yang ada hanyalah kebanggaan dari rakyat kecil bahwa bupati dan wakil bupati bisa bersama mereka terus di lapangan. 


Kebanggaan ini di share ke kenalan lainnya termasuk lewat akun-akun pribadi medsos yang dimiliki.


Realita ini mengungkapkan sebuah paradigma kepemimpinan yang terlihat namun tak berisi. Kehadiran bupati dan wakil bupati masih diselimuti aura panggung kampanye yang menegaskan tentang sebuah cita-cita kedepan padahal mereka tidak menyadari bahwa periodisasi mereka telah berjalan dan telah melewati 100 hari kerja. Substansi pembicaraan dimana-mana adalah mengungkap dan mengadili kesalahan pemerintahan lampau dan menampilkan diri sebagai pahlawan yang siap membawa perubahan dengan slogan Tanimbar Maju. Perubahan?? Entahlah….


Pada momen HUT Kabupaten Kepulauan Tanimbar ke-26 menciptakan bentangan karpet merah di atas catwalk yang menampilkan lenggak lenggok modeling berbusana Tanimbar dan gaung tifa dalam tarian khas Tanimbar dengan goyangan yang katanya khas Tanimbar. kegiatan menyongsong HUT ini kemudian diisi dengan kegiatan karnaval budaya yang dilaksanakan pada hari selasa, 07 Oktober 2025 dan berpuncak pada pesta rakyat berupa panggung hiburan dengan menghadirkan beberapa artis yang katanya lagi top saat ini. ironisnya, pada panggung ini, yang disampaikan adalah kecurigaan terhadap rakyatnya sendiri yang mengganggu proses pemerintahan yang sementara jalan tanpa sebuah refleksi atas momen bersejarah ini.


Bludakan manusia yang memenuhi jalan poros depan kantor bupati mengisyaratkan bahwa Tanimbar memang butuh dan haus hiburan. Dan inilah salah satu keberhasilan pemerintahan ini yaitu mampu menarik simpati rakyat yang berbudaya Lampyore ini. meski kegiatannya tidak berisi tetapi mampu menghipnotis jiwa Tanimbar yang suka berkumpul bersama, bersenang-senang bersama dan ber-hurya ha heeeiiii bersama. Mungkinkah ini yang disebut keberhasilan?? Menanti esok….


Menjelang HUT KKT ke-26 ini, ada sebuah tayangan video di tiktok yang menayangkan daftar kepala daerah di Maluku yang gagal, minim inovasi dst… Bupati KKT dinilai : Muda tapi tidak ada inovasi dan gebrakan dalam memaksimalkan potensi daerah. Entah apa yang mendasari penilaian ini tapi terlihat nyaris benar. 


Mungkinkah pemerintahan ini tidak berjalan tanpa konsep pemimpinnya tetapi dikonsepkan dari luar? Atau Bahasa kerennya, otak pemerintahan ini ada di otak orang lain? Sampai dan dengan saat ini kita belum melihat satu kebijakan public yang benar-benar membawa angin segar menuju Tanimbar maju. Beberapa yang coba diangkat : Surat Edaran tentang program RT Mandiri yang menjadi program unggulan pemerintahan ini ternyata tidak memiliki landasan yang kuat sehingga sampai hari ini entah bagaimana kabarnya; alih-alih memperkuat kearifan lokal dengan memperjuangkan perda sopi, tetapi public dikagetkan dengan perda hasil copas yang belum dijelaskan sampai dengan saat ini; proses seleksi jabatan sekretaris daerah dan pejabat eselon II yang tak kunjung berakhir, dst-nya sampai dengan permasalahan pengangkatan PPPK sampai dan dengan PPPK Paruh waktu yang masih meninggalkan permasalahan hingga saat ini. lantas bagaimana mau maju?? Masih berpikir…..


Salah satu fenomena yang terlihat adalah menjelang dan setelah program 100 hari menuju HUT KKT ke-26, terlihat beberapa aksi demonstrasi dari beberapa kelompok masyarakat yang memperjuangkan aspirasinya. Ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam kehidupan sosial kemasyarakatan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintahan. Umur pemerintahan periode 2025-2030 masih terlalu muda tetapi munculnya kelompok-kelompok Masyarakat dalam aksi demo adalah Gambaran ketidakpuasan terhadap kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat. 


Lucunya, sampai di depan bupati dan wakil bupati serta perwakilannya, mereka ditanya : kamu mewakili rakyat yang mana? Itu terjadi pada pemerintahan siapa? Siapa dalang demo? dll dan kemudian dilanjutkan dengan kampanye dirinya sebagai pemimpin yang lebih baik sambil membeberkan ‘jasa perjuangannya’ bahkan mulai saling bongkar aib dan masing-masing mencuci tangannya. woowww….


Masih Tergambar bahwa sentiment politik sangat mendominasi setiap pergerakan dan perjalanan pemerintahan ini. alih-alih mempersatukan perbedaan malah semakin menegaskan perbedaan itu. Perayaan HUT KKT ke-26 telah usai, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk menuju Tanimbar maju. Baiknya Bupati dan Wakil Bupati lebih fokus untuk hal-hal nyata dan berani menerobos sekat-sekat pemisah, mengajak semua elemen Masyarakat untuk bersatu. Visi yang singkat tetapi terurai dalam Misi yang Panjang dan lebar itu harusnya difokuskan pada Langkah konkrit yang jelas dan tegas untuk mewujudkan visi Tanimbar Maju. Dibutuhkan saat ini adalah eksekusi hal-hal nyata untuk Pembangunan fisik maupun non fisik dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Ayo Bapak bupati dan Ibu Wakil Bupati, yang nyatalah.. jangan lagi memakai citra body lotion…


Salam hormat, mari sruput kopi…

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl