Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Eksekusi Perdata Terbesar di Labura Berjalan Humanis, Sengketa Sawit 75 Hektare Resmi Dieksekusi

Redaksi
29 Januari 2026
Last Updated 2026-01-29T03:30:54Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Labura,Media Jurnal Investigasi — Eksekusi perdata terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) akhirnya terlaksana setelah tertunda hampir 10 tahun. Sengketa lahan perkebunan sawit antara sebuah perusahaan dan Koperasi Tani (Koptan) dengan luas sekitar ±75 hektare resmi dieksekusi pada [hari/tanggal], dengan pengamanan ketat namun berlangsung secara humanis dan kondusif.

Pelaksanaan eksekusi yang dilakukan berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkracht) ini mendapat pengamanan terpadu dari Polres Labuhanbatu, Brimob Polda Sumatera Utara, serta jajaran Polda Sumut. Hingga eksekusi selesai, tidak terjadi bentrok fisik maupun perlawanan yang berujung pada perkara hukum baru.

Sejak jauh hari, aparat kepolisian telah melakukan berbagai upaya persuasif. Polres Labuhanbatu Utara tercatat beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dan Koptan guna mencari titik temu serta meminimalisir potensi konflik di lapangan.

Sebagian besar warga yang terdampak eksekusi telah menerima kompensasi yang disepakati. Sementara bagi pihak yang belum menerima, aparat menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh adanya miskomunikasi dan perbedaan persepsi. Selain itu, disiapkan pula hunian sementara sebagai bentuk mitigasi dampak sosial terhadap warga.



Sikap humanis aparat terlihat jelas saat pelaksanaan eksekusi. Kapolres Labuhanbatu Utara bahkan turun langsung ke area tanah yang lebih rendah untuk berbicara sejajar dengan seorang ibu yang terdampak, mendengarkan keluhan secara langsung tanpa sikap represif.

Pendekatan serupa juga ditunjukkan oleh Dansat Brimob Polda Sumatera Utara serta Karoops Polda Sumut berpangkat Kombes Pol yang hadir langsung di lokasi. Keduanya terlihat aktif mengarahkan personel agar mengedepankan komunikasi, pengendalian diri, dan profesionalisme selama proses berlangsung.

Dari sisi teknis pengamanan, aparat menerapkan sistem blokade dan isolasi area untuk mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Kebijakan pemutusan sementara jaringan internet di lokasi eksekusi juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari provokasi melalui siaran langsung.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian eksekusi berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan persoalan hukum baru,” ujar salah satu pejabat di lokasi.

Eksekusi ini menjadi penanda berakhirnya salah satu sengketa agraria terpanjang di Labuhanbatu Utara, sekaligus contoh bahwa pelaksanaan putusan hukum dapat dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.


Nanang

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl