Indramayu, Media Jurnal Investigasi – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, mendapat sorotan dari sejumlah orang tua murid. Mereka menilai kualitas menu dan pola distribusi makanan belum sepenuhnya sesuai harapan penerima manfaat.
Sejumlah wali murid mengaku menemukan menu yang dinilai tidak dalam kondisi optimal. Beberapa di antaranya menyebut buah dan sayuran yang kurang segar, tekstur lauk yang keras, serta kemasan roti yang dinilai belum memenuhi standar kebersihan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.
Selain kualitas menu, persoalan distribusi juga menjadi perhatian. Warga menyebut makanan kerap tiba di sekolah pada waktu yang dinilai terlambat, bahkan mendekati sore hari. Keterlambatan ini dikhawatirkan berdampak pada tingkat kesegaran makanan yang dibagikan.
Sorotan warga turut diarahkan kepada mekanisme pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka berharap proses pemeriksaan menu dilakukan lebih ketat sebelum makanan dibagikan kepada siswa, termasuk uji kelayakan dan pengawasan tenaga ahli gizi.
Program MBG di Desa Ujungjaya diketahui dikelola oleh Yayasan Nurwasita. Kepala SPPG setempat, Trisna Sugiarto, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan seluruh tahapan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Saya sudah menjalankan sesuai SOP,” ujarnya singkat.
Sementara itu, pemilik gedung dapur MBG Desa Ujungjaya, H. Sidik, membantah adanya kejadian keracunan yang dikaitkan dengan menu MBG. Ia juga menyampaikan keberatan atas beredarnya konten di media sosial yang menyebut dugaan keracunan, karena dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Meski demikian, sebagian warga sekitar meminta agar persoalan ini ditangani secara terbuka. Mereka mendorong adanya pemeriksaan lapangan, evaluasi teknis, serta audit transparan terhadap pengelolaan anggaran dan pengadaan bahan pangan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai perlu ada keterbukaan terkait perbandingan antara besaran anggaran dan kualitas menu yang diterima siswa.
“Kami berharap pengelolaan program ini benar-benar diawasi, supaya sesuai dengan tujuan awal, yakni meningkatkan gizi anak-anak,” ujarnya.
Hingga kini, warga Desa Ujungjaya berharap pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis, guna memastikan kualitas, keamanan, serta ketepatan distribusi makanan bagi para penerima manfaat.


