Tanimbar, Jurnalinvestigasi.com – Pembangunan jembatan beton menuju Gereja Santa Maria Imakulata Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mulai dikerjakan pada hari ini. Warga masyarakat memulai pekerjaan fisik dengan tahap awal berupa pembesian struktur jembatan.
Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan sejumlah warga terlihat melakukan pemasangan rangka besi sebagai fondasi awal pembangunan jembatan permanen tersebut.
Material bangunan telah berada di lokasi sejak beberapa hari sebelumnya, dan proses pekerjaan dilakukan secara gotong royong.
Jembatan ini selama bertahun-tahun menjadi akses utama warga Desa Wowonda menuju gereja dan kawasan permukiman. Kondisinya dilaporkan tidak layak dan beresiko, terutama saat musim hujan, namun tetap digunakan karena tidak tersedia jalur alternatif lain.
Pembangunan jembatan beton ini digerakkan melalui inisiatif pribadi Moses Maresyembun, S.Ap, seorang Aparatur Sipil Negara, bersama warga masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dilakukan di luar program Pemerintah Desa Wowonda.
“Ini murni inisiatif pribadi dan swadaya masyarakat. Jembatan ini setiap hari dilewati warga, anak-anak, orang tua, dan umat yang ke gereja. Karena kondisinya sudah lama berisiko dan belum ada penanganan, kami memilih mulai bekerja agar akses ini bisa lebih aman,” ujar Moses.
Ia menjelaskan bahwa tahap awal yang dikerjakan hari ini adalah pembesian sebagai dasar konstruksi jembatan beton. Proses selanjutnya akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan dan dukungan warga.
Hingga tahap pekerjaan awal ini berlangsung, tidak terdapat informasi mengenai keterlibatan anggaran dari Pemerintah Desa Wowonda. Seluruh proses pembangunan disebut bersumber dari swadaya masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa selama ini mereka melintasi jembatan dalam kondisi khawatir terhadap keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Dengan dimulainya pembangunan jembatan beton, warga berharap akses tersebut dapat segera menjadi lebih aman dan layak.
Penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur dasar merupakan bagian dari pelayanan publik di tingkat desa. Namun hingga pekerjaan jembatan ini berjalan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Wowonda terkait penanganan jembatan sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, Redaksi belum menerima pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Wowonda terkait tidak adanya keterlibatan dalam pembangunan jembatan tersebut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (Nik Besitimur)


