Majalengka, Media Jurnal investigasi- Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ir. H. Ateng Sutisna. MBA, mendorong program rehabilitasi, pemulihan, dan penanaman kembali ekosistem hutan untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. program ekosistem dan penanaman pohon di kawasan gunung Gunung Ciremai.
"Program-program ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan tutupan hutan dan memperbaiki fungsi ekosistem, terutama mengingat tingginya laju kerusakan hutan dan bencana alam di Kabupaten Majalengka." Ujar Ateng Sutisna saat di wawancara Media pada Selasa (24/02/2026).
Ateng Sutisna Menyampaikan banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jawa barat khususnya Kabupaten Majalengka tidak bisa dilepaskan dari masifnya perubahan fungsi kawasan hutan, banyak area hutan yang semestinya menjadi kawasan lindung justru di alih fungsikan menjadi lahan pertanian non kehutan seperti tanaman sayur dan yang lainnya, kondisi ini mengurangi saya serap tanah terhadap air hujan sehingga memicu masifnya bencana banjir dan tanah longsor di wilayah majalengka.
"Selain alih fungsi lahan, bencana longsor di kawasan gunung Ciremai di picu oleh curahan hujan yang ekstrem beberapa hari, intensitasi hujan yang tinggi dan berdurasi panjang menyebabkan tanah menjadi jenuh, air sehingga kestabilan lereng dapat menurun drastis. " Ucapnya
Untuk menanggapi itu, Ateng Sutisna mempunyai program bibit produktif diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah, bagaimana agar hutan ini bisa lestari.Mudah-mudahan ini akan mendukung program yang meningkatkan ekonomi rakyat dan memunculkan sebuah kawasan hijau yang rimbun oleh pepohonan, terutama bibit produktif.
"Rehabilitasi Hutan dan Lahan merupakan salah satu upaya untuk memulihkan kerusakan sumber daya hutan dan lahan yang semakin meluas dan berlangsung semakin cepat sebagai akibat dari berbagai aktivitas pembangunan yang tidak terencana dan terkoordinasi dengan baik."Jelas Ateng Sutisna
Ateng Sutisna menegaskan Sumber daya hutan dan lahan sebagai bagian dari sumber daya alam mempunyai fungsi yang sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem dalam menyangga kehidupan.
“Salah satu upaya pemerintah untuk lebih memberdayakan masyarakat dalam upaya untuk mengurangi laju deforestasi dan lahan kritis adalah melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang salah satu komponennya adalah penyediaan benih dan bibit yang berkualitas baik melalui pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR). "Tegasnya
kegiatan sosialisasi atau bantuan bibit produktif ini bukan hanya pembagian bibit secara fisik, namun juga menjadi stimulan atau dorongan kepada masyarakat untuk menanam pohon.kebutuhan pelestarian alam, namun sekaligus memberi inspirasi kepada kita semua untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan alam.
Ganjar


