Manado, Jurnal Investigasi – Ketua LSM KIBAR Sulawesi Utara, Jaino Maliki, mendesak Kapolres dan Walikota Manado untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tempat hiburan malam Liquid Executive Bar & Lounge yang berlokasi di depan Swiss-Belhotel Manado. Desakan ini muncul setelah tempat tersebut diketahui masih beroperasi meskipun izin keramaiannya telah dicabut oleh pihak kepolisian Polresta Manado.
Disamping itu, sejumlah insiden keributan antar pengunjung yang terjadi berulang kali di Liquid Executive Bar & Lounge. Kondisi ini dinilai mengganggu ketertiban umum serta membahayakan masyarakat pengguna jalan di sekitar lokasi.
Maliki menyatakan keheranannya atas masih beroperasinya tempat hiburan malam tersebut. “Kami sangat heran, bagaimana mungkin sebuah tempat hiburan malam masih terus beroperasi padahal izin keramaiannya sudah dicabut oleh pihak kepolisian. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi operasional tempat tersebut. “Apakah mungkin ada orang kuat atau oknum-oknum yang membekengi Liquid sehingga tetap beroperasi tanpa mengindahkan aturan yang berlaku? Ini harus diusut secara transparan,” lanjutnya.
Dirinya menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa tebang pilih demi menjaga wibawa institusi dan rasa keadilan di tengah masyarakat. Ia meminta Kapolres Manado segera turun tangan dan memastikan aturan yang telah ditetapkan benar-benar ditegakkan.
"Informasi yang saya terima ada sejumlah orang tua yang sudah melaporkan terkait anak-anak mereka yang masih di bawah umur, ikut clubbing disitu dan berbuntut permasalahan. Ini menjadi bukti bahwa pihak liquid tidak melakukan pemeriksaan KTP kepada tamu-tamu yang masuk. Jadi ini semua harus ditelusuri kebenarannya," pungkasnya.
Sementara itu, seorang warga berinisial Diana (45), yang sempat melintas saat terjadi keributan, mengaku merasa khawatir dengan situasi yang terjadi. “Saat saya melintas malam itu, tiba-tiba ada kelompok pemuda keluar dari tempat hiburan dan saling pukul di jalan raya. Saya sangat terkejut dan takut itu bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Selain keributan, masyarakat juga menyoroti dugaan adanya penyajian minuman keras yang berpotensi menarik kalangan muda, bahkan diduga terdapat pengunjung yang belum cukup umur turut mengkonsumsi minuman beralkohol di lokasi tersebut. Hal ini dinilai berpotensi merusak generasi muda dan melanggar ketentuan yang berlaku.
Melihat berbagai persoalan tersebut, masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Manado, dapat bertindak cepat dan tegas. Mereka juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap tempat-tempat hiburan malam demi menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan.
(***)

