Timika, Media Jurnal Investigasi - Kepala Penerangan TNI Koops Habema, Wirya Arthadiguna, membantah tegas tudingan yang menyebut pihak TNI melakukan penembakan terhadap warga sipil di Distrik Tembagapura pada 7 Mei 2026, yang menyebabkan Nalince Wamang meninggal dunia.
Saat ditemui wartawan di Jalan Budi Utomo, Selasa (12/5/2026), Letkol Wirya menegaskan bahwa TNI justru melakukan evakuasi terhadap korban ke rumah sakit dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.
“Anggota kami melakukan proses evakuasi dengan niat baik untuk membawa korban ke rumah sakit, sekaligus menyampaikan kejadian tersebut kepada keluarga,” ujarnya.
Ia juga membantah pernyataan pihak keluarga yang menduga TNI sebagai pelaku penembakan.
“Terkait tudingan bahwa TNI yang melakukan penembakan, saya tegaskan pada pukul 15.11 WIT tanggal 12 Mei 2026, informasi itu tidak benar,” tegasnya.
Menurut Letkol Wirya, tidak ada anggota TNI yang melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil dalam insiden tersebut. Ia mengaku heran dengan munculnya tudingan yang beredar di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat kejadian, prajurit TNI sedang melaksanakan aklimatisasi atau penyesuaian kondisi di wilayah latihan operasi.
“Pada saat itu personel sedang melaksanakan aklimatisasi. Kemungkinan ada kelompok OPM yang mengetahui pergerakan kami sehingga melakukan gangguan,” katanya.
Ia menambahkan, kelompok OPM disebut kerap menjadikan masyarakat sipil sebagai tameng untuk menghindari pengejaran aparat keamanan.
“Pola mereka sekarang menggunakan masyarakat, termasuk ibu-ibu, anak-anak, hingga pendulang sebagai tameng agar terhindar dari penindakan,” jelasnya.
Selain itu, Letkol Wirya turut membantah isu yang menyebut insiden di Tembagapura sengaja direkayasa TNI untuk mendirikan pos baru di wilayah tersebut.
Menurutnya, keberadaan TNI di kawasan itu memang untuk pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas), termasuk area operasional PT Freeport Indonesia.
“Tidak ada yang di-setting. TNI memang sudah berada di sana untuk mengamankan Obvitnas. Saya justru mempertanyakan siapa yang menyebarkan isu tersebut,” pungkasnya.
(Wempie Yance)


