Bekasi,Media Jurnal Investigasi -Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur MBG Kampung Rawagebang RT 002 RW 009, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah penerima manfaat kini mencapai sekitar 2.500 orang, setelah adanya penambahan ratusan warga baru dari kelompok posyandu.
Penambahan penerima tersebut direalisasikan oleh Asisten Lapangan (ASLAP), Imam Pangestu, usai berkoordinasi dengan pihak SPPG serta Ketua RW setempat, Farman. Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat merupakan hasil pendataan terbaru yang menyasar kelompok rentan di lingkungan sekitar.
“Penambahan bulan ini cukup besar, berasal dari data posyandu di wilayah RT 002 RW 009 dan sekitarnya. Saat ini total penerima manfaat MBG mencapai kurang lebih 2.500 orang, meliputi balita, anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia,” ujar Imam Pangestu, Sabtu (25/4/2026).
Ketua RW 009 Kampung Rawagebang, Farman, menambahkan bahwa proses pendataan dilakukan secara menyeluruh bersama kader posyandu agar program tepat sasaran. Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah dengan fokus pada warga yang mengalami stunting, gizi kurang, serta kategori prasejahtera.
“Pendataan kami lakukan secara langsung di lapangan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Alhamdulillah, cakupan program saat ini semakin luas,” ungkapnya.
Warga Desa Tanjung Baru merasakan langsung dampak positif dari program MBG. Anak-anak menjadi lebih semangat bersekolah karena mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak pagi. Kehadiran siswa di tingkat SD dan PAUD pun dilaporkan meningkat sejak program ini berjalan.
Selain itu, para ibu merasa terbantu karena kebutuhan gizi balita dan ibu hamil dapat terpenuhi setiap hari. Dari sisi ekonomi, program ini juga meringankan beban rumah tangga. Warga penerima manfaat mengaku dapat menghemat pengeluaran hingga sekitar Rp800.000 per bulan, terutama untuk kebutuhan sarapan anak.
Secara umum, program MBG memberikan manfaat luas bagi masyarakat Desa Tanjung Baru dan wilayah Cikarang Timur. Tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga mendukung kesejahteraan ekonomi warga.
Imam Pangestu menegaskan bahwa pendataan penerima manfaat masih akan terus dilakukan. Hal ini bertujuan agar seluruh kelompok rentan di wilayah Desa Tanjung Baru dapat terjangkau program MBG.
“Kami akan terus memperbarui data sesuai arahan dari SPPG dan Ketua RW. Targetnya, seluruh warga yang membutuhkan bisa tercover. Dengan gizi yang baik, diharapkan generasi Cikarang Timur ke depan menjadi lebih unggul,” pungkasnya.
Warga pun berharap program MBG dapat terus berlanjut sebagai upaya jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Iyan Septian


