Rantauperapat_Jurnal Investigasi Com.
Pelayanan kesehatan di RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu kembali mendapat sorotan tajam.
Sebuah insiden dugaan pembiaran terhadap pasien korban kecelakaan lalu lintas memicu keprihatinan dan amarah warga yang menyaksikan kejadian tersebut, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan keterangan seorang saksi mata yang langsung melakukan siaran langsung melalui akun FB di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat seorang korban diduga korban kecelakaan yang membawa balita dan ditemani istrinya tiba di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Berdasar pada keterangan bahwa sebelumnya, korban sempat dibawa ke klinik bidan setempat, namun dirujuk ke RSUD Rantauprapat karena keterbatasan fasilitas penanganan.
Namun, setibanya di area Instalasi Gawat Darurat (IGD), pihak keluarga dan warga justru menghadapi oknum yang dinilai tidak merespons situasi gawat darurat secara profesional.
Petugas keamanan di lokasi berdalih bahwa kapasitas ruang perawatan sedang penuh tanpa memeriksa kondisi fisik korban terlebih dahulu.
“Petugas menyampaikan bahwa ruangan, tempat tidur (bed), hingga kursi roda sudah penuh, bahkan tanpa melihat kondisi pasien terlebih dahulu,” ujar saksi di lokasi.Situasi sempat memanas ketika penanganan tak kunjung diberikan.
Saksi yang merasa prihatin akhirnya merekam kejadian tersebut menggunakan kamera ponsel hingga memicu perdebatan dengan petugas. Penanganan medis dan penyediaan kursi roda baru dilakukan setelah kejadian tersebut menarik perhatian di area rumah sakit.
Warga menyesalkan lambatnya respons awal dalam situasi darurat (emergency).
Menurut pandangan publik, fasilitas medis seharusnya memprioritaskan tindakan pertolongan pertama pada keselamatan jiwa pasien (triage) sebelum menyelesaikan kendala administratif atau ketersediaan ruang inap.
Masyarakat mendesak pihak Manajemen RSUD Rantauprapat, tenaga medis, serta Dinas Kesehatan setempat untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pelayanan IGD agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Konfirmasi awak media Jurnal Investigasi . Com terkait viralnya diduga sistem pelayanan buruk bagi pasien darurat melalui akun Facebook Dian 1nformasi , Direktur RSUD Rantauperapat menjelaskan bahwa hal tersebut memohon maaf atas kesalah fahaman yang berlangsung, dan kami selaku pihak managament memohon maafatas segala kekurangan,dan sama sekali tidak menyalahkan kepanikan yang terjadi
Kronologi Kejadian:
Pasien tiba di IGD dan disambut oleh petugas security. Keluarga pasien meminta tempat tidur atau kursi roda. Petugas security melakukan pengecekan ke dalam IGD, namun fasilitas tersebut tidak tersedia karena kapasitas IGD sedang penuh. Keluarga telah diberikan edukasi terkait kondisi tersebut, namun tidak menerima penjelasan yang diberikan dan kemudian menunjukkan perilaku emosional serta mengamuk. Keluarga juga merekam kejadian tersebut dan mengunggah rekaman ke media sosial.
"Ijin bg. Kita tdk menyalahkan keluarga pasien. Mungkin sekurity yang tidak konfirmasi ke petugas yg dinas sore itu. Hanya kesalah fahaman yang saat ini semua serba viral, Namun secara positif Kita sedang lakukan evaluasi atas hal tersebut bang" . Terangnya.
MjI _ R fajar Sitorus.

