Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Papan Mini File Retak dan Pecah, Proyek Turap Gang Surya Mandiri Dipertanyakan...

Muhamat supandi
15 September 2026
Last Updated 2026-09-15T15:59:12Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates




PONTIANAK —15 september 2026 Pelaksanaan pembangunan turap di Gang Surya Mandiri, Kota Pontianak, menjadi sorotan setelah tim media menemukan sejumlah papan mini file dalam kondisi retak, bahkan terdapat material yang terlihat pecah pada beberapa bagian.


Temuan tersebut tidak semata menyangkut persoalan tampilan fisik pekerjaan Kondisi material yang mengalami keretakan dan pecah patut menjadi perhatian serius karena turap merupakan konstruksi yang berkaitan dengan kemampuan menahan tekanan tanah dan air.


 Karena itu, kualitas material dan ketepatan metode pelaksanaan menjadi bagian penting yang semestinya mendapat pengawasan secara ketat.


Material Retak, Mutu Pekerjaan Perlu Diuji

Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, terdapat sejumlah papan mini file yang terlihat mengalami retak dan pecah.


 Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah material yang digunakan sejak awal telah memenuhi spesifikasi teknis, serta apakah material yang mengalami kerusakan tetap diperbolehkan untuk dipasang berdasarkan ketentuan teknis pekerjaan?

Pertanyaan tersebut tentunya tidak dapat dijawab hanya melalui pengamatan visual.


 Diperlukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk memastikan kualitas material, tingkat kerusakan, metode pemasangan, serta kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.


Apabila material yang tidak memenuhi persyaratan mutu tetap digunakan tanpa tindakan perbaikan atau penggantian sesuai ketentuan, kondisi tersebut patut dievaluasi karena dapat berpengaruh terhadap kualitas, kekuatan, serta umur layanan konstruksi.


Berpotensi Bersinggungan dengan Ketentuan Jasa Konstruksi

Dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, aspek mutu, keamanan, keselamatan, serta kepatuhan terhadap ketentuan teknis merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan pekerjaan. UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi secara umum mengatur penyelenggaraan jasa konstruksi, termasuk aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, keberlanjutan konstruksi, pembinaan, pengawasan, serta sanksi administratif.


Karena itu, jika kemudian hasil pemeriksaan resmi membuktikan bahwa material yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi atau pekerjaan dilaksanakan tidak sesuai dokumen kontrak dan standar teknis yang dipersyaratkan, maka persoalan tersebut berpotensi menjadi ketidaksesuaian dalam penyelenggaraan jasa konstruksi dan perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.


Ketentuan pelaksanaan UU Jasa Konstruksi juga mencakup hubungan kerja konstruksi, tanggung jawab penyedia jasa, kegagalan bangunan, pembinaan dan pengawasan, pengaduan, hingga sanksi administratif.


 Hal tersebut diatur lebih lanjut dalam PP No. 22 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 14 Tahun 2021

Dengan demikian, temuan papan mini file retak dan pecah tersebut semestinya tidak langsung disimpulkan sebagai pelanggaran hukum.


 Namun, temuan tersebut cukup beralasan untuk dilakukan pemeriksaan teknis dan administrasi secara menyeluruh.


Pengawasan Jangan Hanya Formalitas

Masyarakat tentu berharap setiap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah dikerjakan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Pengawasan juga diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi benar-benar memastikan kesesuaian antara material yang datang ke lokasi, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, volume pekerjaan, hingga kualitas hasil akhir.


Sebab, apabila persoalan mutu baru diketahui setelah konstruksi selesai dan kemudian terjadi kerusakan, biaya perbaikannya berpotensi kembali menjadi beban anggaran apabila tidak ditangani sesuai mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku.


PP No. 22 Tahun 2020 sendiri mengatur antara lain mengenai kontrak kerja konstruksi, kewajiban dan pertanggungjawaban penyedia jasa atas kegagalan bangunan, pembinaan dan pengawasan, pengaduan, serta tata cara pengenaan sanksi administratif.


Instansi Berwenang Diminta Turun ke Lapangan

Atas temuan tersebut, instansi teknis yang berwenang diharapkan tidak mengabaikan kondisi yang ditemukan di lapangan.


Pemeriksaan dapat dilakukan mulai dari pengecekan spesifikasi papan mini file, mutu material, dokumen kontrak, metode pemasangan, hasil pengawasan konsultan atau pengawas pekerjaan, hingga kesesuaian antara pekerjaan fisik dengan perencanaan.


Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian, maka pihak terkait diharapkan mengambil langkah sesuai ketentuan, termasuk melakukan perbaikan atau penggantian apabila secara teknis memang diperlukan.


Sebaliknya, apabila material yang retak atau pecah tersebut ternyata masih dinyatakan memenuhi persyaratan teknis berdasarkan hasil pemeriksaan resmi, penjelasan tersebut juga penting disampaikan kepada publik agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.


Hingga berita ini diterbitkan, tim media belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai kondisi papan mini file tersebut, penyebab kerusakan, spesifikasi material yang digunakan, serta langkah yang akan dilakukan terhadap temuan di lapangan..



Tim Liputan...

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl