Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Selamat Jalan Penggagas Kerahiman Ilahi dan Penggerak Perdamaian Maluku

MALUKU - JURNALINVESTIGASI
28 April 2024
Last Updated 2026-02-07T02:02:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates



Saumlaki, Jurnalinvestigasi.com -

Malam di Tanah Evav, Kei, seakan kehilangan denyutnya. Langit Maluku Tenggara yang biasanya ramah, malam itu terasa runtuh bersama satu nama yang dicintai banyak orang. Pastor Januarius Oratmangun, Pr, Wakil Uskup Wilayah KKT–MBD, sosok imam yang hidupnya diabdikan tanpa sisa bagi Gereja dan umat, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 23 April 2024 pukul 21.56 WIT.


Kepergian Pastor yang akrab disapa Pastor Jan itu bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin rohani. Ia adalah kehilangan seorang ayah, sahabat, guru, penopang iman, dan penenang luka bagi ribuan umat di Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, dan Maluku secara umum.


Sejak 17 April 2024, Pastor Jan terbaring koma, tak sadarkan diri. Hari-hari itu menjadi hari paling sunyi bagi umat yang setia menunggu kabar kesembuhan. Doa tak pernah putus. Rosario bergulir dari rumah ke rumah. Lilin-lilin dinyalakan dalam diam. Namun Tuhan memilih jalan yang paling berat bagi manusia: memanggil pulang hamba-Nya yang paling setia.


Air Mata yang Mengalir di Altar Gereja


Sabtu siang, 27 April 2024, Gereja Katolik St. Mathias Saumlaki dipenuhi suasana yang tak mudah dilukiskan kata. Di depan altar, jenazah Pastor Jan disemayamkan. Tubuhnya terbujur tenang, seolah sedang tidur panjang setelah perjalanan hidup yang melelahkan.


Satu per satu umat datang. Ada yang berlutut lama. Ada yang hanya bisa menangis tanpa suara. Ada pula yang memeluk bangku gereja seolah memeluk kenangan terakhir.


Di antara mereka, Pemuda Katolik Kabupaten Kepulauan Tanimbar (PK KKT) hadir memberikan penghormatan terakhir. Dipimpin langsung oleh ketuanya, Moses Serin, karangan bunga diletakkan perlahan di depan jenazah. Doa singkat dipanjatkan—namun tak satu pun mampu menahan air mata.


“Beliau Bukan Hanya Moderator, Tapi Jiwa Pergerakan Kami”


Dengan suara bergetar dan mata sembab, Moses Serin mengungkapkan duka yang sulit disembunyikan.


“Pastor Jan bukan hanya moderator bagi Pemuda Katolik. Beliau adalah jiwa pergerakan kami. Sosok yang selalu hadir saat kami ragu, jatuh, dan lelah,” ujar Moses lirih kepada Jurnalinvestigasi.com.


Menurut Moses, Pastor Jan adalah pribadi yang humanis, bersahaja, dan penuh gagasan. Seorang imam yang tidak pernah membatasi dirinya dengan jabatan, tetapi selalu membuka diri untuk mendengar.


“Beliau rendah hati, pekerja keras, dan sangat mencintai persaudaraan lintas iman. Pastor Jan selalu menanamkan kepada kami bahwa iman harus diwujudkan dalam kerja nyata, dalam pelayanan, dan dalam keberpihakan kepada kemanusiaan,” kenangnya.


Tak jarang, kata Moses, Pastor Jan hadir di tengah anak-anak muda bukan sebagai pengkhotbah, melainkan sebagai pendengar yang setia. Memberi nasihat tanpa menggurui. Menegur tanpa melukai.


23 Tahun Imamat yang Diberikan Tanpa Sisa


Selama 23 tahun masa imamat, Pastor Jan dikenal sebagai pencetus semangat Kerahiman Ilahi sebuah spiritualitas yang menekankan kasih, pengampunan, dan pengharapan, bahkan di tengah luka sosial yang paling dalam.


Lahir dari tanah Awear, Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pastor Jan membawa identitasnya dengan bangga. Ia memahami luka umatnya karena ia tumbuh dari tanah yang sama. Ia mengerti jeritan umat kecil karena ia hidup bersama mereka.


Bagi Gereja dan pemerintah, Pastor Jan adalah jembatan dialog. Bagi umat lintas agama, ia adalah simbol persaudaraan. Dan bagi anak-anak muda, ia adalah cahaya yang menuntun arah.


“Kami Terpukul, Tapi Bersyukur Pernah Memiliki Beliau”


Dalam pernyataan resmi penuh haru, Moses Serin mewakili seluruh anggota dan badan pengurus Pemuda Katolik KKT menyampaikan duka mendalam:


“Kami sangat terpukul dengan kepergian Pastor Jan. Waktu kebersamaan kami memang singkat, tetapi sangat berarti dan akan abadi dalam ingatan kami. Selamat jalan sang moderator. Semoga segala kebaikanmu menjadi teladan hidup kami. Pro Ecclesia et Patria.”


Kalimat itu disampaikan sambil terisak. Seolah setiap kata adalah perpisahan yang tak pernah siap diucapkan.


Terima Kasih untuk Cinta yang Diberikan


Di akhir wawancara, Moses menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan solidaritas dan kasih: para tokoh agama, Sinode dan seluruh umat GPM KKT, pemuka agama Islam, Pemerintah Daerah, pimpinan OPD, FORKOPIMDA, serta seluruh masyarakat yang hadir dan mendoakan.


Kehadiran lintas iman dalam duka ini menjadi bukti nyata bahwa cinta Pastor Jan melampaui sekat agama dan identitas.


Kepergian yang Menyisakan Sunyi


Kini, Gereja St. Mathias Saumlaki terasa lebih sepi. Bangku-bangku yang pernah mendengar suara lembut Pastor Jan kini hanya menyimpan gema kenangan. Namun satu hal pasti: cahaya yang ia nyalakan tak akan padam.


Pastor Jan telah pergi, tetapi nilai-nilai hidupnya kerendahan hati, kasih tanpa syarat, dan pengabdian total akan terus hidup hati umat.


Selamat jalan, Pastor Jan.

Doakan kami dari keabadian.

Tanah Tanimbar, Maluku, dan seluruh umat akan selalu merindukanmu. Seluruh umat akan selalu merindukanmu. (Nik Besitimur)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl