Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Atasi darurat sampah H.Ateng Sutisna memberikan bantuan alat komposter sampah

Redaksi
01 Februari 2026
Last Updated 2026-01-31T20:08:34Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Majalengka, Media Jurnal Investigasi- Terpilihnya kabupaten majalengka sebagai pilot project pengelolaan sampah ramah berbasis teknologi pyrolysis tanpa pembakaran menjadi bukti bahwa solusi modern pengelolaan sampah sudah hadir di indonesia.


Politisi PKS Ateng Sutisna mengatakan Terpilihnya kabupaten majalengka sebagai pilot project pengelolaan sampah ramah lingkungan berbasis teknologi pyrolysis menjadi sinyal penting bahwa arah kebijakan pengelolaan sampah nasional mulai bergerak kes solusinya yang lebih berkelanjutan inisiatif ini menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak harus selalu bergantung pada TPA yang kian penuh dan beresiko bagi lingkungan.


"Kita sudah menyatakan bahwa saat ini kondisi sudah darurat sampah presiden menginginkan masalah ini selesai pada 2029,karena itu kami terus berjuang mencari solusi kongkrit agar persoalan ini segera diatasi. “Ucap Ateng Sutisna saat di wawancara media pada Sabtu 31 Januari 2026.



Ia mengungkapkan fakta keprihatinan terkait alokasi anggaran untuk sektor lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah yang saat ini hanya berkisar di angka 1,6 persen.


“Dengan berkurangnya dana transfer anggaran untuk pengelolaan sampah justru semakin tertekan padahal tantangan di lapangan semakin komplek dan volume sampah terus meningkat .”pungkasnya


Ateng mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang tetap aktif mencari inovasi termasuk melakukan study banding ke negara maju, ia mencontohkan langkah Bupati Majalengka yang mulai mempelajari metode pengelolaan sampah efektif seperti di Jepang.


“Upaya inovasi sudah dilakukan,namun kendala utamanya tetap pada ketersediaan dana untuk pembangunan infrastruktur dan biaya oprasional fasilitas pengelolaan sampah. ” Jelas Ateng Sutisna


Sebagai solusi, Ateng berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui sekema dana hibah atau bentuk khusus, menurutnya kemampuan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) saat ini tidak akan sangup menanggung beban pembiayaan pengelolaan sampah secara optimal


“Kalau hanya mengandalkan APBD jelas tidak akan cukup kami sangat berharap adanya sekema hibah atau bantuan pusat agar pengelolaan sampah di majalengka bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan. ” Ucapnya

(Ganjar)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl