Majalengka, Media Jurnal Investigasi- Anggota DPR RI Ateng Sutisna memandang bahwa peringatan Hari Desa Nasional setiap 15 Januari merupakan momentum memperkuat komitmen bersama seluruh elemen bangsa Indonesia dalam memajukan dan menyejahterakan desa.
Anggota DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna menyampaikan dengan fokus pada keterlibatan komunitas dan inisiatif untuk memperkuat ekonomi desa dan mengelola sampah. Pembicara menyoroti pentingnya desa sebagai penggerak ekonomi dan menyebutkan upaya pemerintah untuk mendukung mereka melalui model koperasi seperti 'Koperasi Merah Putih'.
"Tantangan pengelolaan sampah, menekankan perlunya pendanaan yang lebih baik dan keterlibatan komunitas untuk mencegah bencana lingkungan. Diskusi mencakup tujuan pemerintah untuk mengelola sampah secara efektif, meskipun ada keterbatasan anggaran." Ujar Ateng Sutisna saat di wawancara media pada sabtu 31 Januari 2026
Ateng Sutisna Menegaskan Contoh model ekonomi desa yang sukses, seperti Desa Pangau di Jawa Barat, disorot. Desa-desa ini telah melampaui ekspektasi pendapatan lokal mereka melalui upaya koperasi. Pembicara mendesak komunitas lokal untuk berkoordinasi dengan lembaga pemerintah untuk menerapkan model serupa dan berjanji untuk mendukung inisiatif ini.
"Tantangan dan Inisiatif Pengelolaan Sampah
Pembicara membahas tantangan pengelolaan sampah, mencatat ancaman bencana lingkungan akibat pembuangan sampah yang tidak tepat. Pemerintah bertujuan untuk mengelola sampah secara efektif pada tahun 2026, tetapi keterbatasan anggaran menjadi tantangan. Pembicara menekankan keterlibatan komunitas dan perlunya peningkatan pendanaan untuk mengatasi masalah ini."Tegasnya
Ateng Sutisna menyebutkan upaya internasional, seperti kunjungan bupati Majalengka ke Jepang, untuk mengeksplorasi solusi pengelolaan sampah yang efektif. Perlunya peningkatan alokasi anggaran dan solusi inovatif ditekankan untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah di kabupaten Majalengka.
Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatifnya.
"Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah waste-to-energy (WTE), yang bisa mengubah sampah menjadi energi terbarukan. Namun, meskipun teknologi ini memiliki potensi besar, biaya implementasinya tetap menjadi tantangan besar." Ucapnya
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Majalengka Deden Hardian Narayanto, atau yang akrab dipanggil Kang Dehan menyampaikan alhamdulillah dari fraksi PKS khususnya dari DPR RI semoga inih bisa menjadi momentum untuk anggota Dewan menjadi lebih dekat lagi dengan masyarakat di dapilnya yang di intruksikan oleh PKS pusat kepada anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Daerah.
"Mudah-mudahan ini menjadi satu kepercayaan bagi kami dari PKS kepada calon-calon dan wakil-wakil yang sudah ada di majalengka. " Pungkasnya
Dehan menjelaskan khususnya mensupport di Desa Cisetu di peringatan hari Desa Nasional dan kunjungan dapil kita buat program ini seimbang di antara tubuh manusia ini mulai dari rohani, pisip, dan pikiran seimbang dari mulai sholat subuh berjamaah, ceramah, serapan bareng, dan olahraga.
"Dalam rangka untuk bagaimana menyeimbangkan Tubuh kita sebagai manusia jadi harus seimbang tidak fisik sajah dan rohani juga kita harus isi dan ambilah program ini lengkap dalam untuk pemenuhan kita sebagai manusia" Ucap Dehan
Harapan kedepannya mudah-mudahan ini sebagai momentum bagi Desa yang lain masih bisa melanjutkan program ini dan insa Allah nanti dalam menyambut Ramadhan juga kita akan mengaungkan program-program seperti ini.
(ganjar)



