Saumlaki, Jurnalinvestigasi.com - Sebuah peristiwa kehilangan dilaporkan terjadi dalam perjalanan bantuan kemanusiaan menuju Desa Sofyanin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (1/2/2026). Seorang Sekretaris DPC Pro Jurnalis Media Siber (PJS) KKT dilaporkan kehilangan telepon seluler dan dompet saat berada di atas lombo bantuan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah kegiatan sosial yang melibatkan kelompok penerima bantuan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kapatanews.com, kejadian berlangsung saat proses pemberangkatan lombo bantuan menuju Desa Sofyanin. Telepon seluler dan dompet milik Sekretaris DPC PJS KKT diketahui sebelumnya berada di dalam tas milik kerabat.
Setelah seluruh barang dinaikkan ke atas lombo, dompet korban dilaporkan ditemukan telah berada di laut, sementara telepon seluler tidak diketahui keberadaannya.
Menurut keterangan keluarga korban, ponsel dan dompet awalnya disimpan di dalam tas sebelum perlengkapan dinaikkan ke bodi lombo. Namun, setelah berada di atas lombo, dompet tersebut ditemukan dalam kondisi telah dibuang ke laut. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keberadaan dompet diketahui oleh salah satu anggota kelompok penerima bantuan.
Peristiwa ini kemudian disampaikan kepada pihak keluarga korban dan menjadi pembicaraan di lingkungan sekitar lokasi keberangkatan.
Istri korban, YF, menyampaikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
“Ini bukan hanya soal benda. Ini menyangkut kejujuran. Bantuan ini diperjuangkan oleh suami saya, namun peristiwa ini terjadi di tengah proses itu,” ujarnya kepada Kapatanews.com.
YF menegaskan bahwa pihak keluarga tidak menuduh siapapun, namun menilai terdapat kejanggalan karena orang-orang yang berada di atas lombo merupakan bagian dari kelompok internal penerima bantuan.
Kegiatan bantuan kemanusiaan umumnya dilandasi prinsip transparansi, kebersamaan, dan saling percaya antar pihak yang terlibat. Setiap peristiwa yang terjadi dalam proses distribusi bantuan perlu disikapi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari panitia atau pihak lain yang terlibat langsung dalam pengelolaan bantuan tersebut.
Peristiwa ini dinilai dapat mempengaruhi kepercayaan antar kelompok masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan sosial. Keluarga korban menyampaikan kekhawatiran bahwa persoalan ini berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak ditangani secara terbuka dan adil.
Atas dasar itu, pihak keluarga meminta agar proses penyaluran bantuan dapat ditinjau kembali untuk memastikan tidak terjadi persoalan serupa.
Peristiwa kehilangan tersebut masih dalam proses penelusuran berdasarkan keterangan pihak terkait. Hingga berita ini diturunkan, Kapatanews.com masih menunggu pernyataan resmi dari pihak penyelenggara maupun pihak lain yang berwenang terkait kejadian tersebut. (*)


