Pontianak,Media Jurnal Investigasi-Gelombang protes terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Pontianak terus menguat. Kali ini, Lintas Organisasi Masyarakat (Ormas) Melayu Provinsi Kalimantan Barat menggelar aksi demonstrasi di kantor Pertamina yang berlokasi di Jalan Jenderal Sutoyo, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Jumat (20/3/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk tekanan publik terhadap kondisi antrean panjang BBM yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, terlebih menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri.
Dalam orasinya, perwakilan Lintas Ormas Melayu, Apriansyah, secara tegas meminta pihak Pertamina memberikan pernyataan resmi dan jaminan konkret terkait penyelesaian krisis distribusi BBM di Kalimantan Barat.
“Kami meminta pihak Pertamina mengeluarkan statement resmi terkait situasi ini. Kami ingin jaminan, dalam waktu 2 sampai 3 hari ke depan sudah tidak ada lagi antrean dan kemacetan di SPBU,” tegas Apriansyah di hadapan massa aksi.
Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan Pertamina Kalimantan Barat, Widhi selaku Area Manager, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi. Ia mengakui bahwa antrean di sejumlah SPBU di Kota Pontianak masih belum terurai secara maksimal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak. Saat ini memang masih terjadi antrean di sejumlah SPBU,” ujarnya.
Widhi menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan suplai dan distribusi BBM ke seluruh SPBU guna mempercepat normalisasi kondisi di lapangan.
“Kami terus berusaha memaksimalkan suplai BBM. Mudah-mudahan dalam waktu dekat antrean bisa terurai. Kami juga mengharapkan dukungan dari semua pihak, termasuk ormas, untuk membantu memberikan informasi apabila ada kendala di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah,S.H.,M.H turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama situasi antrean BBM berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tertib. Kami juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam meminimalisir potensi gangguan kamtibmas yang bisa timbul akibat antrean panjang ini,” ujarnya.
Situasi kelangkaan BBM bersubsidi di Pontianak sendiri telah memicu antrean panjang di berbagai SPBU dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi lokal jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat oleh pihak terkait.
M.Supandi


