Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

KRITIK TEGAS AKTIVIS: DUA UNIT CT SCANNER RSUD BEKASI RUSAK, PELAYANAN TERGANNGGU PARAH

Jurnal investigasi
31 Maret 2026
Last Updated 2026-03-31T06:21:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

BEKASI – Aktivis Senior Kota Bekasi, Frits Saikat, mengeluarkan kritik tajam terkait kondisi fasilitas CT Scanner milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi yang telah mengalami kerusakan dalam waktu yang cukup lama. Dua unit alat tersebut, yakni CT Scan di Gedung A yang sudah rusak total sejak November 2025, dan CT Scan di Gedung E yang tidak beroperasi optimal sejak Januari 2026, membuat pihak RSUD terpaksa melakukan pemeriksaan CT Scan parsial dengan mengalihkan pasien ke RS Primaya Bekasi Barat.

 


Menurut Frits, kondisi ini memberikan dampak negatif yang tidak bisa diabaikan bagi seluruh komponen yang terkait dengan pelayanan kesehatan di RSUD.

 

"Kita tidak bisa menutup mata lagi. CT Scan Gedung A sudah benar-benar rusak sejak November lalu, sementara yang di Gedung E juga bermasalah semenjak Januari tahun ini. Akibatnya, efektivitas pelayanan dan kinerja para tenaga medis menurun drastis. Mereka harus mengurus proses rujukan, koordinasi dengan RS lain, dan menunggu hasil pemeriksaan yang memakan waktu lebih lama, sehingga tidak bisa fokus sepenuhnya pada perawatan pasien," jelas Frits dalam keterangannya, Selasa (31/03).

 

Selain berdampak pada kualitas pelayanan, aktivis ini juga menyoroti dampak finansial yang ditimbulkan. "Alihnya pemeriksaan ke RS swasta tentu saja menyebabkan kerugian potensi pendapatan bagi RSUD. Uang yang seharusnya masuk ke kas daerah untuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kesejahteraan pegawai, justru mengalir ke luar," ucapnya.

 

Lebih penting lagi, Frits menekankan bahaya yang bisa muncul akibat pembiaran kerusakan mesin yang berlarut-larut. "Jika kerusakan tidak segera ditangani dengan serius, bukan tidak mungkin akan terjadi kerusakan fatal pada kedua unit mesin tersebut. Perbaikan yang tertunda akan membuat biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar, bahkan bisa saja mesin tidak dapat diperbaiki sama sekali," tegasnya.

 

Frits Saikat mengimbau pihak manajemen RSUD dan Pemerintah Kota Bekasi untuk segera mengambil tindakan konkret. "Kita membutuhkan solusi cepat, baik berupa perbaikan mendesak maupun penggantian unit yang tidak dapat diperbaiki lagi, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bekasi dapat kembali berjalan dengan baik dan optimal," pungkasnya.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl