MAJALENGKA,Media Jurnal Investigasi – Inovasi pengelolaan sampah dilakukan warga Blok Calincing, Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Warga setempat berhasil mengolah limbah sampah organik menjadi pakan ikan lele yang bernilai ekonomi.
Melalui pemanfaatan mesin pengolah pakan, masyarakat mampu mengolah sekitar 700 kilogram sampah organik setiap harinya. Sampah tersebut kemudian dicampur dengan limbah ayam yang digunakan sebagai sumber protein tambahan, namun biasa nya protein menggunakan magot sebagai sumber protein utama, berhubung musim hujan terkendala pengumpulan sampah sementara di ganti limbah ayam
Dari proses pengolahan tersebut, warga dapat menghasilkan hingga sekitar 1 ton pakan lele setiap hari. Program ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekitar, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu pengelola kegiatan mengatakan bahwa pemanfaatan sampah organik menjadi pakan lele merupakan solusi untuk menekan biaya produksi budidaya ikan sekaligus mengatasi persoalan sampah rumah tangga.
“Setiap hari kami bisa mengolah sekitar 700 kilogram sampah organik. Setelah dicampur dengan limbah ayam sebagai sumber protein dan diproses menggunakan mesin, hasilnya bisa mencapai sekitar 1 ton pakan lele,” ujarnya.
Selain membantu pengelolaan lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru bagi warga. Pakan lele hasil produksi tersebut digunakan untuk kebutuhan budidaya ikan lokal serta berpotensi dipasarkan ke pembudidaya lainnya.
Warga berharap inovasi pengolahan sampah organik ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Jajah



