Majalengka|| Media Jurnal Investigasi— Di balik derasnya arus pembangunan, muncul sebuah seruan reflektif dari Ketua Komisi III DPRD Majalengka Fraksi PKS, H. Iing Misbahuddin, SM, yang mengingatkan bahwa hutan bukan sekadar bentang alam, melainkan penopang utama kehidupan manusia.
Ia menegaskan bahwa pesan tentang pentingnya menjaga hutan tidak boleh berhenti sebagai formalitas belaka.
Lebih dalam dari itu, terdapat peringatan serius bahwa ketika keseimbangan alam terganggu, manusia akan menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.
“Ini bukan sekadar slogan di papan imbauan, melainkan pengingat bahwa jika alam kehilangan keseimbangannya, maka manusia jugalah yang akan menanggung dampaknya,” ujarnya.
Dalam kerangka pembangunan, ia menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk tidak mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Konsep ini, yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), menuntut adanya harmoni antara pertumbuhan dan kelestarian lingkungan.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam menjaga alam, seraya mengingatkan bahwa lingkungan hidup sejatinya adalah titipan dari generasi mendatang yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Pembangunan harus tetap berjalan, namun kelestarian lingkungan hidup yang kita pinjam dari anak cucu kita harus kita kembalikan dalam kondisi yang lebih baik,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan manusia menjaga keseimbangan alam demi keberlanjutan kehidupan di masa depan.(*)

