Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Perbaikan Jembatan Cinta Dinilai Terlambat, IWOI Indramayu Kritik Respons Pemerintah

ade nur
18 April 2026
Last Updated 2026-04-18T09:32:29Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


INDRAMAYU, Media Jurnal Investigasi – Perbaikan darurat Jembatan Gantung Cinta di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan. Langkah tersebut dinilai terlambat karena baru dilakukan setelah terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban luka.


Jembatan yang menjadi akses vital penghubung Blok Jangga Tua dengan wilayah sekitarnya sebelumnya mengalami kerusakan serius berupa lubang besar di badan jembatan. Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna.


Insiden yang menimpa seorang warga, Ganda, bersama istrinya menjadi titik perhatian. Keduanya terjatuh saat melintas pada malam hari akibat lubang yang sulit terlihat. Sang istri dilaporkan mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan medis.


Pasca kejadian tersebut, pemerintah desa setempat melakukan perbaikan dengan cara menambal bagian jembatan yang berlubang. Namun, warga menilai langkah itu hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.


“Perbaikan baru dilakukan setelah ada korban. Ini sangat disayangkan,” ujar salah satu warga, Sabtu (18/4/2026).


Warga mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan berulang kali dikeluhkan. Namun, tidak ada penanganan berarti hingga kecelakaan terjadi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan adanya pembiaran terhadap fasilitas publik yang rusak.


Berdasarkan pantauan di lapangan, perbaikan yang dilakukan masih sebatas tambal sulam. Struktur jembatan secara keseluruhan dinilai sudah mulai rapuh, sehingga berpotensi tetap membahayakan pengguna, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan.


Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Indramayu, Atim Sawano, turut mengkritik lambannya respons penanganan infrastruktur tersebut. Ia menilai perawatan fasilitas publik seharusnya dilakukan secara berkala, bukan menunggu korban.


“Jangan sampai ada budaya ‘tunggu korban baru diperbaiki’. Infrastruktur seperti ini harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan. Menurutnya, jika struktur sudah tidak layak, perlu dilakukan perbaikan total atau pembangunan ulang agar lebih aman digunakan.


Hingga kini, aktivitas warga di Jembatan Cinta masih berlangsung seperti biasa, meski dibayangi rasa khawatir. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan pengguna dan mencegah kejadian serupa terulang.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl