Bekasi, Jurnal Investigasi-Keluhan warga terhadap distribusi air program Pamsimas di Kampung Gempol Desa Sukarahayu, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi kembali mencuat. Pasalnya, penyaluran air dinilai semakin tidak merata dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Salah satu perwakilan warga yang berinisial (A) mengecam keras kepada oknum (R) selaku pengurus Pamsimas, bahwa dengan saenaknya memainkan keran air yang mengalir ke vipa untuk kebutuhan sehari hari warga di dua kampung tersebut, para warga hanya berani mengeluh dan mengadu kepada (A) karena air yang tidak pernah mengalir dari Pamsimas tersebut sehingga warga pun kesulitan untuk mendapatkan air untuk kebutuhan mandi maupun untuk mengambil air Udu untuk solat.
"Untuk biaya pembayaran air setiap bulannya, yang katanya untuk membeli token dan biaya perawatan itu bervariasi bang, ada yang dikenakan 70 ribu ada juga yang dikenakan 80 ribu bahkan ada yang dikenakan 90 ribu perbulannya," Ucapnya kepada jurnal investigasi Rabu(03/06/2026).
"Harapan saya air berjalan dengan lancar warga juga tidak mengeluh masalah air cuman itu aja, air itukan kebutuhan sehari-hari,"harapnya.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa pembagian air terasa tidak adil. Bahkan muncul anggapan adanya perlakuan berbeda dalam penyaluran air, sehingga sebagian warga mendapatkan pasokan lebih lancar sementara yang lain harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.
Selain itu, masalah kedisiplinan oknum pengurus juga menjadi sorotan. Masih ada oknum yang diduga menutup kran air tanpa memperhatikan kepentingan warga lain. Kondisi ini membuat aliran air ke rumah warga lain menjadi kecil bahkan tidak mengalir sama sekali.
Ditempat terpisah, Oknum pengurus inisial (R) saat di konfirmasi bukannya memberikan klarifikasi yang sopan. Namun, dirinya bersikap arogan seperti bak seorang jagoan sampai mengintimidasi hingga mengancam wartawan.
"Itu keluhan dari masyarakat seharusnya ngeluhnya ke saya bukan sama abang, suru kemari aja bang kalau mau berani ke saya bang, tapi abang poto-poto, ini mah bukan punya pemerintah bang punya perorangan taro semeter Rp 70 ribu kenapa emangnya, bang gak konfirmasi ke saya ngapain foto-foto, itu yang ngadu siapa yang ngadunya suru kemari aja apa lu gwe gedig juga lu,"ucapan (R) Bak seperti jagoan.
Warga berharap petugas dan Pamsimas dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Langkah tersebut dinilai penting agar penggunaan air bisa diawasi dengan baik.
Warga menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dinikmati secara adil oleh seluruh masyarakat. Karena itu, kerja sama antara pengurus dan warga sangat dibutuhkan agar penggunaan air tidak lagi dilakukan secara sembarangan dan setiap rumah bisa mendapatkan hak yang sama.
(Iyus/Kastelo).


