Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Maraknya Disinformasi dan Fitnah di Media Sosial Resahkan Warga, Anggota MPR RI Dorong Penguatan Literasi Digital Pancasila di Majalengka

Redaktur
12 September 2026
Last Updated 2026-09-12T14:09:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


MAJALENGKA, Media Jurnal Investigasi- Fenomena maraknya Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) di media sosial kini dinilai telah merambah dan mengganggu stabilitas kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Menanggapi keresahan warga, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Jefry Romdonny menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertajuk benteng moral digital di Hotel Garden Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2026).


Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, dan tenaga pendidik se-Kabupaten Majalengka tersebut, maraknya penyebaran hoaks serta konten manipulatif di platform digital menjadi topik utama yang dikeluhkan oleh warga.

Warga mengeluhkan bahwa maraknya ujaran kebencian dan kabar bohong tidak hanya memicu perdebatan di dunia maya, tetapi juga mulai berdampak nyata pada hubungan kemasyarakatan. Mulai dari timbulnya kecurigaan antarwarga, keresahan terkait isu bantuan sosial, hingga maraknya modus penipuan digital yang menyasar warga pedesaan.


”DFK di media sosial bukan lagi sekadar persoalan dunia maya, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi ketenteraman dan keharmonisan hidup bermasyarakat. Nilai-nilai Pancasila dan persatuan harus kita jadikan filter utama dalam menyaring setiap informasi sebelum dibagikan," ujar Anggota MPR RI Dapil Jawa Barat IX dalam pemaparannya.


Dampak Nyata DFK pada Kehidupan Sehari-hari

Berdasarkan dialog interaktif bersama warga Majalengka, terdapat beberapa dampak utama dari fenomena DFK yang dirasakan masyarakat, yaitu, pertama, renggangnya hubungan sosial akibat penyebaran narasi provokatif memicu prasangka buruk dan polarisasi di lingkungan pemukiman warga.


Kedua, terjadi keresahan ekonomi & keamanan, karena fitnah mengenai kebijakan publik serta penipuan berkedok bantuan sosial merugikan warga secara finansial.


Ketiga, rendahnya verifikasi informasi di masyarakat. Ini dapat dilihat dari mudah terpancing judul sensasional (clickbait) tanpa melakukan verifikasi (saring sebelum sharing).


Langkah Konkret dan Rekomendasi Penanganan

Sebagai langkah tindak lanjut dari penyerapan aspirasi ini, Jefry, menegaskan komitmennya untuk membawa permasalahan ini ke tingkat pusat dan mendorong sejumlah solusi nyata, yaitu dengan penguatan edukasi digital: Mendorong Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperluas program edukasi literasi digital hingga tingkat desa/kelurahan.


Kedua, pembentukan komunitas pemuda Anti-DFK dengan mengajak elemen Karang Taruna dan mahasiswa di Majalengka untuk menjadi agen verifikasi informasi di tingkat lokal.


Ketiga, peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat untuk aktif menyebarkan pesan-pesan kesejukan dan ketahanan moral di ruang publik maupun platform digital.


Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan komitmen bersama warga Majalengka untuk bijak ber-media sosial demi menjaga iklim digital yang sehat, aman, dan menyatukan.

Ganjar

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl