Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Di Balik Tiga Sendok Bubur Program MBG Desa Beusi

Redaksi
24 Februari 2026
Last Updated 2026-02-24T14:38:03Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Majalengka,Media Jurnal Investigasi – Tiga sendok bubur. Itulah yang, menurut sejumlah orang tua murid, diterima siswa SD di Desa Beusi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 23 Februari 2026. Porsi yang dinilai tak sebanding dengan semangat besar program itu kini memantik pertanyaan ke mana standar dan pengawasannya?

Keluhan pertama datang dari orang tua murid berinisial N.D. Ia mengaku terkejut saat mengetahui anaknya hanya mendapat bubur dalam jumlah sangat sedikit.


“Kalau hanya tiga sendok, apakah itu cukup untuk disebut makan bergizi? Anak pulang masih lapar,” ujarnya.


Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun realitas di lapangan, menurut sejumlah wali murid, jauh dari harapan. Mereka mempertanyakan apakah porsi tersebut sudah sesuai dengan ketentuan anggaran per anak dan standar teknis pelaksanaan.


Penanggung jawab dapur MBG Desa Beusi, berinisial T.K., saat dikonfirmasi menyatakan akan melakukan perbaikan setelah menerima berbagai masukan.




“Kami akan memperbaiki sesuai harga yang sudah ditetapkan. Tidak berani lagi di bawah harga yang ditentukan,” ujarnya.


Pernyataan ini justru memunculkan tanda tanya baru. Jika kini akan disesuaikan dengan harga yang telah ditetapkan, apakah sebelumnya tidak demikian? Berapa sebenarnya nilai anggaran per porsi? Dan bagaimana mekanisme pengawasannya?


Sejumlah orang tua menilai, penyampaian kritik terkait konsumsi anak sekolah seharusnya dipandang sebagai masukan konstruktif, bukan persoalan yang berujung pada tekanan sosial.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dapur SPPG desa beusi terkait hal keluhan orang tua siswa 


Masyarakat Desa Beusi kini menunggu langkah evaluasi dari pihak berwenang. Program yang menyasar kebutuhan dasar anak sekolah seharusnya berjalan transparan dan akuntabel. Sebab di balik tiga sendok bubur, ada hak anak yang dipertaruhkan.


(Cahliar SH)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl