Indramayu, Media Jurnal Investigasi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita di lima Posyandu Mawar, Desa Ujungpendok Jaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, dipending sementara selama 14 hari. Kebijakan tersebut diduga berkaitan dengan viralnya unggahan di media sosial yang menampilkan buah naga berulat yang disebut berasal dari menu MBG.
Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh salah satu orang tua balita dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas serta pengawasan makanan yang dibagikan kepada anak-anak di posyandu.
Sejumlah orang tua mengaku kecewa atas penghentian sementara distribusi tersebut. Mereka menilai, kebijakan tersebut justru berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi balita.
“Kalau memang ada masalah, seharusnya diperiksa dan dijelaskan secara terbuka, bukan malah dihentikan. Yang dirugikan justru anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua balita.
Selain itu, beberapa warga menyebutkan bahwa hingga kini belum ada penjelasan resmi yang disampaikan secara langsung kepada seluruh orang tua penerima manfaat, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Menanggapi polemik tersebut, Pengurus MBG, Trisna Sugiarto, S.I.P., melalui Tri Septi selaku karyawan atau SPPG, memberikan klarifikasi pada Selasa (11/2/2026). Ia menegaskan bahwa pendistribusian paket MBG (B3) ke Desa Ujungpendok Jaya tidak dihentikan secara permanen.
“Pengiriman dipending sementara atas instruksi pimpinan untuk keperluan evaluasi. Tidak ada penyetopan atau pengakhiran pendistribusian MBG,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai upaya perbaikan sistem pengawasan dan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Pihak pengelola juga menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan.
Distribusi MBG, lanjutnya, akan kembali dilaksanakan setelah proses evaluasi selesai dan adanya instruksi lanjutan dari pimpinan.
“Langkah ini murni untuk perbaikan ke depan agar program berjalan lebih tertib dan sesuai standar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan evaluasi internal terhadap sistem pendistribusian MBG di wilayah tersebut.

