MAJALENGKA|| Media Jurnal Investigasi– Di tengah hiruk pikuk isu pembangunan dan tantangan global, Anggota DPRD Majalengka Fraksi PKS yang juga Ketua Komisi III, Iing Misbahuddin, mengingatkan kembali pada satu fondasi yang kerap luput dari perhatian: literasi.
Baginya, literasi bukan sekadar kemampuan teknis membaca, melainkan pintu masuk untuk memahami kompleksitas dunia sekaligus membangun daya tahan bangsa.
“Literasi bukan sekadar kemampuan mengeja kata, melainkan jendela untuk memahami dunia dan membangun resiliensi bangsa,” ujarnya, Kamis, (23/4/2026).
Refleksi itu menguat saat dirinya melakukan kunjungan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dari ruang yang sarat dengan narasi mitigasi risiko, ia menangkap pesan mendasar bahwa kesiapsiagaan menghadapi masa depan, termasuk ancaman bencana, berakar pada kualitas literasi masyarakat.
Ia menekankan, kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak dini sebagai investasi peradaban. Generasi yang literat diyakini akan tumbuh sebagai individu yang kritis, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi.
Momentum Hari Buku Sedunia menjadi pengingat bahwa perjalanan intelektual manusia tak pernah selesai.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan buku sebagai sahabat setia dalam menapaki kehidupan.

