Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Penuhi Panggilan Penyidik, Jurnalis Joni Julianto Ungkap Fakta Baru Kasus Pengeroyokan

Redaksi
09 September 2025
Last Updated 2025-09-09T10:25:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 




Melawi,Media Jurnal Investigasi-Gelombang amarah warga muncul setelah kasus pengeroyokan terhadap seorang pria bernama Joni Julianto mencuat ke publik. Korban mengalami nasib nahas usai dikeroyok secara membabi buta oleh sekelompok orang yang diduga sudah menargetkannya sejak awal. Peristiwa itu kini menimbulkan kecaman luas dan mendesak aparat kepolisian bertindak cepat, tegas, serta tanpa kompromi.


Akibat penganiayaan tersebut, Joni menderita luka serius. Selain penuh lecet dan memar, ia mengeluhkan pusing hebat, sesak napas, dada terasa menghimpit, serta kaki keseleo. Kondisinya yang lemah memaksa tim medis memberikan perawatan intensif di salah satu rumah sakit di kawasan Nanga Pinoh. Sejumlah pihak menyebut, jika terlambat ditangani, luka dalam yang dideritanya bisa mengancam keselamatan.


Kuasa hukum korban, Hartani, S.H., menegaskan kasus ini tidak boleh ditoleransi sedikit pun. Menurutnya, proses hukum harus dijalankan secara transparan agar para pelaku tidak bebas berkeliaran.

“Klien saya sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Kami menegaskan, penyidikan ini harus segera ditingkatkan statusnya. Polisi tidak boleh ragu untuk menetapkan para pelaku sebagai tersangka dan menyeret mereka ke meja hijau. Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” kata Hartani dengan nada tegas.


Ia menambahkan, tim kuasa hukum akan terus mengawal kasus ini agar tidak mandek atau dihentikan sepihak. “Kami tidak ingin kasus pengeroyokan yang jelas-jelas menyebabkan korban terluka parah ini dianggap enteng. Aparat harus profesional, karena jika tidak, kami siap membawa perkara ini ke ranah hukum yang lebih tinggi, termasuk mengadukannya ke institusi pengawas kepolisian,” tegasnya lagi.


Kasus ini mendapat sorotan tajam dari masyarakat Nanga Pinoh. Warga menilai tindakan main hakim sendiri yang berujung pada penganiayaan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menabur benih keresahan sosial. “Kalau kasus seperti ini dibiarkan, bisa jadi preseden buruk. Orang akan merasa bebas melakukan kekerasan tanpa takut ditangkap,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.


Desakan publik makin kuat agar aparat bertindak cepat, mengingat keadilan bagi korban menjadi taruhan. Para tokoh masyarakat juga meminta agar kepolisian tidak sekadar mengambil keterangan, tetapi segera melakukan gelar perkara, mengamankan para terduga pelaku, dan memberikan kepastian hukum.


Kini, mata publik tertuju pada langkah kepolisian. Apakah aparat akan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu, atau justru membiarkan kasus ini berlarut hingga meredup begitu saja.


(tim)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl