INDRAMAYU, Media Jurnal Investigasi – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) menggelar aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (19/1). Aksi tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi atas pernyataan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman, yang dinilai sebagian elemen masyarakat menimbulkan polemik dan keresahan sosial.
Massa aksi berasal dari berbagai unsur organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, aktivis, hingga masyarakat umum. Sejak pagi hari, peserta aksi berkumpul di kawasan Sport Center Indramayu sebelum bergerak menuju Pendopo Kabupaten Indramayu dengan melakukan longmarch melalui Jalan Jenderal Sudirman.
Setibanya di lokasi, massa memusatkan aksi di area Pendopo yang selama ini menjadi tempat berkantornya Staf Khusus Bupati Indramayu. Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan berjalan tertib.
Dalam orasinya, Sekretaris Jenderal BPPKB Kabupaten Indramayu, Beni, menyampaikan bahwa massa menginginkan klarifikasi langsung dari Salman terkait pernyataan yang dinilai bernuansa sensitif.
Sementara itu, Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional. Menurutnya, klarifikasi terbuka dari pihak terkait diperlukan agar polemik yang berkembang tidak terus memicu kegaduhan di tengah masyarakat Indramayu.
“Aksi ini adalah wujud kepedulian masyarakat agar persoalan ini diselesaikan secara terbuka dan tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” ujar Asmawi Day.
Setelah rangkaian orasi, aparat kepolisian memfasilitasi audiensi antara perwakilan massa dengan pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu. Sejumlah perwakilan AWDB dipersilakan masuk ke dalam Pendopo untuk menyampaikan tuntutan.
Namun, audiensi tersebut belum memenuhi harapan massa aksi. Pasalnya, perwakilan tidak dapat bertemu langsung dengan Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman, maupun Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Massa hanya ditemui oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal BPPKB Banten, Beni, menyatakan bahwa pihaknya belum puas dengan hasil pertemuan dan menegaskan tuntutan agar klarifikasi disampaikan langsung oleh Salman.
“Kami menginginkan kejelasan secara langsung. Jika tidak ada respon, kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Koordinator Lapangan aksi, Tomi Susanto, didampingi Andri Prayitna, menyampaikan bahwa aksi damai ini merupakan peringatan awal. Ia menegaskan bahwa massa masih membuka ruang dialog dan berharap pemerintah daerah bersikap terbuka dalam merespons aspirasi masyarakat.
“Kami datang dengan itikad baik dan cara damai. Aspirasi ini harus dijawab secara jelas agar tidak berlarut-larut,” ujar Tomi Susanto.
Sementara itu, Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan massa akan ditampung dan diteruskan kepada pimpinan daerah.
“Aspirasi dari rekan-rekan akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” kata Teguh Budiarso.
Aksi unjuk rasa ini diikuti sejumlah organisasi, di antaranya BPPKB, Penjara, Manggala, WN 88, Pemuda Pancasila, IMI, XTC, PASKAS, Kiansantang, GIBAS, dan Brigade 08.
Hingga berita ini diturunkan, Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan massa. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait, khususnya Staf Khusus Bupati Indramayu, sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan.



