Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Saluran Sekunder Meluap, Puluhan Rumah Warga Pranggong Terendam Air Pasang

ade nur
19 Januari 2026
Last Updated 2026-01-19T08:15:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


INDRAMAYU, Media Jurnal Investigasi – Permukiman warga di RT 07 hingga RT 09 Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, kembali dilanda genangan air akibat meluapnya saluran sekunder dan aliran Kali Maja. Air tidak hanya menggenangi jalan utama desa, namun juga masuk ke sejumlah rumah warga.


Luapan air tersebut diduga dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai dan saluran sekunder yang dipenuhi eceng gondok. Kondisi ini membuat kapasitas saluran menurun, sehingga air melimpas ke kawasan permukiman yang berada di antara Jalur Cipelang dan saluran sekunder besar.


Salah seorang warga terdampak, Dongol (51), mengatakan genangan air yang terjadi berulang kali menimbulkan rasa khawatir, terutama terkait keselamatan keluarga. Selain rumah kerap terendam, ia juga waswas terhadap potensi bahaya listrik akibat kabel yang berada dekat genangan air.


“Setiap air naik, kami sekeluarga tidak bisa tenang. Malam hari selalu takut, apalagi ada aliran listrik di rumah. Kalau sampai korsleting, risikonya besar,” ujar Dongol, Sabtu (18/1/2026).

Menurutnya, keluhan telah disampaikan melalui RT setempat agar diteruskan kepada pemerintah desa, termasuk kepada Kuwu Desa Pranggong dan Raksa Bumi selaku pejabat desa yang membidangi urusan pertanian dan lingkungan. Warga berharap adanya peninjauan langsung ke lokasi terdampak.


Dongol juga menilai, kondisi jalan utama desa di depan permukiman warga sepanjang lebih dari satu kilometer perlu mendapat perhatian. Ia berpendapat, peningkatan kualitas jalan dengan konstruksi beton dapat membantu menahan limpasan air agar tidak masuk ke rumah warga.


Sementara itu, sesepuh petani Desa Pranggong, H. Camut, turut menyoroti persoalan pengelolaan saluran air. Ia menyebut, meski saluran sekunder saat ini telah dibangun permanen, namun minimnya pintu air dan saluran pembuang menyebabkan air sulit dikendalikan.


“Bangunannya memang bagus karena sudah dicor, tapi airnya sering meluap ke sawah dan rumah warga. Dulu air lebih mudah diatur,” ungkapnya.


Ia berharap pemerintah desa, termasuk Raksa Bumi sebagai pejabat yang menangani urusan pertanian dan pengairan, lebih sering turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi petani dan warga terdampak. Menurutnya, permasalahan di lapangan membutuhkan perhatian nyata dan evaluasi teknis yang berkelanjutan.


Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kuwu Desa Pranggong masih belum mendapatkan tanggapan. Tim media telah mencoba menghubungi melalui pesan singkat serta mendatangi kantor desa, namun belum memperoleh pernyataan resmi terkait keluhan warga atas luapan saluran tersebut.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl