Majalengka, Media Jurnal investigasi– Dalam upaya membentengi masyarakat dari arus polarisasi sekaligus memperkuat kohesi sosial, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Jefry Romdonny menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara di Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada Ahad, 8 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Dinar Tisnawati, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta ibu rumah tangga. Sosialisasi tersebut menitikberatkan pada pentingnya persatuan nasional sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat.
Pentingnya Menjaga Harmoni di Tingkat Desa
Dalam paparannya, Jefry menekankan bahwa desa merupakan garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan persatuan. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap disertai penyebaran berita bohong (hoaks) dan provokasi, pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi sangat penting.
“Persatuan nasional bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Ia harus dirawat setiap hari melalui semangat gotong royong dan sikap saling menghargai. Terlebih di desa seperti Sinargalih yang nilai kekeluargaannya masih sangat kuat,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI tersebut di hadapan para peserta.
Tiga Langkah Nyata Menjaga Persatuan
Dalam sesi dialog bersama warga, Jefry menegaskan bahwa menjaga persatuan nasional merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan desa. Ia mengajak masyarakat untuk menjalankan tiga langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan sesama warga.
Kedua, membangun ketahanan nasional dari lingkup terkecil, melalui kewaspadaan bersama agar tidak ada paham atau provokasi yang dapat memecah belah masyarakat desa.
Ketiga, memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi, tanpa membeda-bedakan latar belakang, demi kemajuan bersama masyarakat Lemahsugih dan Kabupaten Majalengka.
“Persatuan nasional bukan sekadar wacana di tingkat pusat. Persatuan harus dibumikan di desa-desa, termasuk di Desa Sinargalih ini. Hanya dengan bersatu kita bisa maju bersama,” tegas alumni Pondok Pesantren Gontor.
Sambutan Positif Masyarakat
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Sinargalih. Para tokoh masyarakat menilai pesan mengenai kolaborasi dan kebersamaan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah perbedaan pandangan yang mungkin muncul.
Acara ditutup dengan diskusi santai mengenai berbagai tantangan pembangunan di Kecamatan Lemahsugih. Diskusi tersebut menegaskan kembali bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan modal sosial utama dalam mendorong kemajuan daerah dan penguatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ganjar



